--Welcome to My Blog--

Minggu, 30 Juni 2013

Simulasi ARP ICMP menggunakan HUB


Membuat sebuah jaringan komputer menggunakan hub
  • Buka aplikasi Cisco Packet Tracer
  • Pilih End Devices, dan pilih Generic PC-PT untuk menambahkan komputer buatan
  • Buat 4 komputer buatan
  • Setelah itu tambahkan sebuah hub, dengan cara pilih Hubs, dan pilih Generic Repeater-PT
  • Kemudian hubungkan menggunakan Conections, dan pilih Copper Straight-Through Setiap kali menghubungkan pilih fast Ethernet dan pilih port.
  • Maka bila sesuai maka hasilnya seperti dibawah
  • Bila sudah atur ip configurationnya dengan klik pada salah satu PC-PT dan pilih desktop
  • Dan pilih IP Configuration
  • Lakukan ip configuration ke semua PC-PT dengan IP yg berbeda, maka jadilah sebuah jaringan komputer dengan 4 port.

Melakukan Simulasi ARP ICMP menggunakan HUB
• Mula-mula buat sebuah jaringan dengan spesifikasi seperti di atas. Pastikan computer-komputer yang terhubung pada HUB sudah memiliki IP address yang berada pada jaringan yang sama.

• Kemudian kita tes koneksi apakah dari PC0 ke PC2 sudah bisa bertukar paket menggunakan salah satu tools pada Paket Tracer yaitu PDU.
• Karena kita akan melihat simulasi pengiriman paket antara PC0 dan PC2 hanya pada bagian Edit Filter kita pilih ARP dan ICMP

• Lalu untuk melihat proses step by step proses pengiriman paket dari PC0 ke PC 2 melalui HUB , tekan tombol “Capture/Forward”

1. Menggunakan Power Cycle
  1. PC0 bersiap untuk mengirim data ke PC2 melalui HUB. Sinyal dari data tersebut merupakan ARP dan ICMP. ARP berfungsi untuk mengenali MAC address dari penerima karena kondisi semua komputer pada awalnya adalah mati, sedangkan ICMP adalah paket data yang dibawa oleh sinyal tersebut
  2. Lalu oleh HUB sinyal tersebut disebar kepada semua komputer yang terhubung untuk mengetahui siapa penerima sinyal tersebut. Sinyal tersebut masih berupa ARP. Karena yang dituju oleh sinyal dari PC0 adalah PC2 , maka PC1 dan PC3 menolak dan PC2 menerima sinyal tersebut.
  3. PC2 mengirim balik sinyal berupa ARP tersebut kepada HUB yang berisi informasi MAC Address PC2 , untuk melaporkan bahwa PC2 sudah menerima sinyal tersebut.
  4. Oleh HUB sinyal ARP tersebut disebar kembali ke seluruh komputer untuk mengetahui siapa penerima sinyal balasan tersebut. PC3 dan PC1 menolak karena computer yang dituju adalah PC0 yang merupakan pengirim asal. Pada kondisi ini tugas ARP sebagai pencatat MAC Address dari penerima selesai. Sekarang adalah tugas ICMP untuk pengiriman paket. Dapat dilihat amplop bewarna hijau tua adalah paket ICMP.
  5. Oleh PC0 pakettersebut dikirim ke HUB untuk dikirim kepada penerima . yaitu PC2
  6. Oleh HUB paket di sebar ke seluruh computer untuk mengetahui siapa penerima paket ICMP tersebut. Namun PC1 dan PC3 menolak paket tersebut dan diterima oleh PC2.
  7. Oleh PC2 paket dikirim kembali ke HUB sebagai balasan untuk melapor bahwa PC2 telah menerima paket ICMP dari PC0.
  8. HUB menyebar kembali paket ICMP balasan dari PC2 ke seluruh computer untuk mengetahui siapa penerima paket ICMP balasan tersebut. Namun yang merespon paket ICMP tersebut hanya PC0 karena PC) merupakan pengirim awal paket ICMP tersebut.
  9. Dengan demikian selesai lah simulasi step by step pengiriman paket dari PC0 ke PC2. Dapat dilihat pada status menjadi Successful

2. Tanpa Power Cycle
Pada kondisi ini, pengiriman paket dimulai dari awal tanpa kondisi dimana status komputer mati. Oleh karena itu, kita hanya perlu menekan tombol “Reset Simulation”. Sehingga pada simulasi ini hanya diperlukan paket ICMP tanpa sinyal ARP, dikarenakan MAC Address yang dibawa oleh sinyal ARP tadi sudah terdeteksi pada kasus sebelumnya.
Dapat dilihat tanpa menggunakan “Power Cycle Devices” yang digunakan hanya paket ICMP

  1. Mula-mula PC0 bersiap untuk mengirim paket ICMP ke tujuan yaitu PC2
  2. Lalu oleh PC0 paket ICMP dikirim ke HUB untuk diteruskan kepada penerima.
  3. Lalu oleh HUB paket ICMP disebar ke seluruh computer untuk mengetahui siapa penerimanya. Karena penerimanya adalah PC2 maka PC0 dan PC3 menolak paket tersebut.
  4. Oleh PC2 paket ICMP dikembalikan ke HUB sebagai balasan bahwa PC2 telah menerima paket dari PC0.
  5. Oleh HUB paket ICMP balasan tersebut diteruskan ke penerima dengan cara disebar ke semua computer. Hanya PC0 yang merespon paket tersebut karena paket ICMP balasan tersebut ditujukan ke pengirim asalnya yaitu PC0.
  6. Dengan begitu komunikasi antara PC0 dan PC2 menggunakan ICMp telah berakhir dan status ICMP adalah Successful.

Serial Port

Serial port merupakan salah satu sarana yang digunakan oleh sebuah PC untuk berhubungan dengan perangkat luar. Melalui port ini, semua peralatan luar yang terkoneksi dengan PC dapat dikontrol atau dikendalikan dengan memberikan sebuah perintah melalui PC. Ada dua cara dalam komunikasi serial, yaitu komunikasi data serial secara sinkron dan komunikasi data serial secara asinkron. Pada komunikasi data serial secara sinkron, sinyal clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial. Sedangkan komunikasi data secara asinkron, sinyal clock tidak dikirim bersama-sama dengan data serial, melainkan dibangkitkan sendiri-sendiri oleh rangkaian penerima data (receiver) maupun rangkaian pengirim data (transmitter)
Pada PC, serial port yang digunakan termasuk jenis asinkron, dimana komunikasi serial ini dikerjakan oleh UART (Universal Asynchronous Receiver / Transmitter). IC UART ini berfungsi untuk mengubah data parallel menjadi data serial dan menerima data serial yang kemudian diubah kembali menjadi data parallel. Pada UART, kecepatan pengiriman data (baudrate) dan fase clock pada sisi transmitter dan pada sisi receiver harus sinkron. Untuk itu diperlukan diperlukan sinkronisasi antara transmitter dan receiver. Hal ini dilakukan oleh bit ‘Start’ dan bit ‘Stop’.
Standar sinyal komunikasi serial yang banyak digunakan ialah standar RS232. Standar ini hanya menyangkut komunikasi data antara komputer (Data Terminal Equipment – DTE) dengan alat – alat pelengkap komputer (Data Circuit-Terminating Equipment – DCE). Standarad RS232 inilah yang biasa digunakan pada serial port IBM PC Compatibel. Standar sinyal serial RS232 memiliki ketentuan level tegangan sebagai berikut:
– Logika ‘1’ disebut ‘mark’ terletak antara -3 volt hingga -25 volt.
– Logika ‘0’ disebut ‘space’ terletak antara +3 volt hingga +25 volt.

Daerah tegangan antara -3 volt hingga +3 volt adalah invalid level, yaitu daerah tegangan yang tidak memiliki level logika pasti sehingga harus dihindari. Demikian juga level tegangan lebih negatif dari -25 volt atau lebih positif dari +25 volt juga harus dihindari karena dapat merusak line driver pada saluran RS232.

Model Komunikasi Jaringan

Model Komunikasi Jaringan ada 2 : OSI model dan TCP/IP model.
MODEL OSI
Model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. Berikut penjelasan setiap layer pada model osi :
  • Physical –> Timing (Pengkodean waktu) dan sinkronisasi bits
  • Data Link –> Mengatur tujuan dan sumber dari alamat physical (MAC Address). Merangkai bits-bits menjadi sebuah data dan hasilnya adalah frame (kerangka dari bitstream). Alanya swicth.
  • Network –> Bertanggung jawab untuk membawa data dari satu simpul ke simpul lain dan sumber dari alamts kogical (IP Address). Memilih jalur terdekat dengan menggunakan alat routher
  • Transport –> Bertanggung jawab terhadap sampai atau tidaknya data. Ada2 metode, UDP : tidak ada jaminan datanya sampai, TCP : Data pasti sampai.
  • Session –> Membuka, merawat, mengendalikan dan melakukan terminasi hubungan antar simpul serta melakukan pemisahan data antar aplikasi. Ini adalah tugas OS.
  • Presentation –> Mengatur bagaimana suatu data dipresentasikan, dalam artian bagaimana metode coding, format serta kompresi data.
  • Application –> Aplikasi transfer data, Resource Availabililty, mengidentifikasi mitra komunikasi, terkait dengan aplikasi end-user (software).

MODEL TCP/IP
TCP/IP model merupakan pemodelan dengan menggunakan protocol model, pada model ini dijelaskan apa saja yang terjadi pada tiap lapisan protocol. TCP/IP model memiliki 4 laye, yaitu:
  • Application Layer –> Pada layer ini terjaci encoding dan juga dialog control. Application layer bertugas bagaimana data-data yang dikomunikasikan melalui jaringan ditampilkan kepada kepada user.
  • Transport layer –> Pada layer ini, data yang akan ditransmisikan akan disegmentasi menjadi menjadi paket-paket yang lebih kecil, dan kemudian mengirimkannya ke Internetlayer. TCP bekerja pada layer ini.
  • Internet Layer –> Pada layer ini segment dienkapsulasi menjadi paket dan kemudian dibungkus dengan alamat logikal IP. Internet layer juga terjadi penentuan jalur terbaik untuk menuju destination
  • Network Access –>Paket yang masuk ke layer ini dienkapsulasi lagi dengan alamat fisik (physicel address) MAC address, dan kemudian di-encode kedalam meida dan ditransmisikan menuju destination.

Konfigurasi Jaringan pada Linux

Bagaimana ya bila konfigurasi jaringan di linux?… sulit ngak ya?…
Mudah kok Ikuti saja langkah-langkah berikut ini untuk konfigurasi jaringan setting IP address di Linux/Ubuntu.
Untuk mengedit settingan IP di Ubuntu kita bisa menggunakan 2 cara, yaitu dari command line (Terminal), dan setting dari Network Manager (GUI).

Melalui command line
Inilah cara yang paling mudah dan cepat. Hanya perlu mengedit file /etc/network/interfaces dan mengisinya dengan settingan yang diinginkan. Caranya seperti ini:
1.   Buka Terminal, jalankan perintah berikut:
sudo nano /etc/network/interfaces
2.   Misalnya mempunyai koneksi eth0 yang terhubung, dan ingin memberi IP address baru seperti ini:
IP: 192.168.1.120 Subnet mask / Netmask: 255.255.255.0 Gateway: 192.168.1.254
Maka yang perlu dilakukan adalah menambahkan baris berikut ini:
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.120
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.254
3.   Save, cara tekan Ctrl-X dan Y.

Selanjutnya kita masih harus mengedit DNS Server, kita perlu mengedit /etc/resolv.conf:
1.      Buka Terminal, jalankan perintah ini: sudo nano /etc/resolv.conf
2.   Masukkan DNS, misalnya anda ingin menggunakan DNS dari Google (8.8.8.8), masukkan dengan format seperti ini: nameserver 8.8.8.8(menggunakan DNS Google hanya sebagai contoh, atau alternatif dari dns yang ditentukan oleh ISP)
3.      Setelah semua settingan diatas di isi, kita harus membuat agar sistem membaca atau mengenali settingan yang kita buat, jalankan perintah ini pada Terminal:
sudo /etc/init.d/networking restart

Melalui NetworkManager (GUI)
Ini adalah cara yang paling banyak disukai orang karena tidak perlu mengetik di Terminal, tapi membutuhkan proses yang sedikit lebih panjang.
      1.       Klik-kanan pada icon networkmanager, lalu pilih Edit Connections.
      2.       Pada tab Wired (koneksi kabel), klik pada tombol Add untuk menambah settingan baru
      3.       Masuk ke tab IPv4 Settings dan isi settingannya:
       IP: 192.168.1.120 Subnet mask / Netmask: 255.255.255.0 Gateway: 192.168.1.254
      4.       Setelah semua settingan sudah diisi, klik tombol Apply untuk menerapkan settingan.
      5.       Klik pada NetworkManager dan pilih settingan yang baru saja dibuat.

Kita sudah berhasil !!! 

Konfigurasi Jaringan pada Windows

Sebelumnya saya telah posting tentang cara membuat kabel UTP. Kali ini saya ingin memcoba kabel cross secara langsung yaitu dengan menghubungkan komputer ke dalam sebuah jaringan komputer, maka selain menyiapkan perangkat keras jaringan komputer (kabel UTP cross), maka juga harus melakukan setting jaringan di sistem komputer.
  • setting jaringannya yaitu memberikan alamat Internet Protocol Address (IP Address) pada komputer. Alamat IP diperlukan agar komputer bisa saling mengenal.
    Jika menggunakan sistem operasi Windows, berikut adalah langkah-langkah memasang alamat IP :
    1. Gunakan menu Start > Control Panel > Network Connections.

    2. Klik kanan pada menu Local Area Connection / Ethernet dan pilih menu Properties.

    3. Pada tab General, klik menu Internet Protocol (TCP/IP) bisa Internet protokol version 4 (TCP/IPV4) dan klik Properties.
    4. Tuliskan alamat IP (IP Address) yang dikehendaki, misalnya diisi 192.168.1.10 dengan Subnet mask 255.255.255.0. Perlu diperhatikan, bahwa masing-masing komputer harus memiliki alamat IP yang berbeda.

    5. Lakukan testing dengan membuka command prompt dan mengetik perintah C:\>ping 192.168.1.10.
    6. Jika reply berhasil berarti komputer tersebut sudah berada dalam jaringan dan siap digunakan.

    selamat mencoba……mudahkan….

Cara Membuat Kabel UTP (Straight dan Cross)

Posting saya kali ini adalah membuat kabel UTP (kabel Jaringan LAN). Kabel ini digunakan untuk menghubungkan suatu komputer untuk masuk ke dalam sebuah jaringan.
Biasanya, bila hendak menghubungkan dua buah komputer atau menghubungkan dua buah HUB/switch dengan kabel UTP, maka akan menggunakan kabel crossover. Dan bila hendak menghubungkan komputer ke HUB/switch, maka akan menggunakan kabel straight.

Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabel nya.
Fungsi Kabel Straight :
- Menghubungkan antara computer dengan switch
- Menghubungkan computer dengan LAN pada modem kabel
- Menghubungkan router dengan LAN pada modem kabel
- Menghubungkan switch ke router
- Menghubungkan hub ke router

Urutan kabel straight seperti berikut ini:
Ujung A :
1. Putih Oranye
2. Oranye
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Cokelat
8. Cokelat

Ujung B :
1. Putih Oranye
2. Oranye
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Cokelat
8. Cokelat

Kabel Cross adalah kabel yang susunan kabelnya dari ujung satu ke ujung dua tidak sejajar atau tidak sama.
Fungsi Kabel Cross :
- Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
- Menghubungkan 2 buah switch
- Menghubungkan 2 buah hub
- Menghubungkan switch dengan hub
- Menghubungkan komputer dengan router

Urutan kabel cross seperti berikut ini:
Ujung A :
1. Putih Oranye
2. Oranye
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Cokelat
8. Cokelat

Ujung B :
1. Putih Hijau
2. Hijau
3. Putih Oranye
4. Biru
5. Putih Biru
6. Oranye
7. Putih Cokelat
8. Cokelat

Sebelum membuat kabelnya yuk kita siapkan alat2 yang dibutuhkan terlebih dahulu:
• Konektor RJ-45: Konektor kabel RJ ini adalah peripheral yang kita pasang pada ujung kabel UTP tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN.

• Kabel UTP: digunakan untuk saling menyalurkan jaringan internet,dan di dalam kabel UTP ini di dalamnya ada 8 helai kabel kecil yang berwarna-warni.

• Crimping Tool: Ini merupakan senjata kita dalam merakit kabel, karena dia punya kemampuan menyatukan dan menjepit kabel dengan konektor selain juga bisa dipakai untuk memotong kabel.

• Cable Tester: Ini digunakan setelah kita selesai merakit kabel, berfungsi untuk mengetes apakah kabel sudah dirakit dan berfungsi dengan benar. kalau hasil krimpingan kita sudah benar maka lampu di Cable Tester akan menyala dengan otomatis dan kalau kalau krimpingan kita salah maka lampu di Cable Tester ini tidak akan menyala

setelah siap semua langsung kita buat kabelnya yuk :)
Caranya seperti berikut:


  1.  Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
  2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar ( Straight atau Cross )
  3. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel
  4. Masukan kabel yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar
  5. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel
  6. Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
  7. Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
  8. selesai deh :) mudah kan

semoga bermanfaat untuk semua…. ;)

Menumbuhkembangkan Jiwa Entrepreneurship Mulai Dari Kehidupan Di Kampus

Menumbuhkembangkan Jiwa Entrepreneurship Mulai Dari Kehidupan Di Kampus

Salah satu cara menekan angka pengangguran adalah dengan menumbuhkan jiwa entrepreneurship para mahasiswa.  Saat ini begitu banyak sarjana yang sulit mendapatkan pekerjaan, apalagi apabila sarjana tersebut tidak memiliki skill (baik softskill maupun hardskill) yang  bagus. Dalam dunia pendidikan dan kerja, seorang mahasiswa dituntut memiliki kemampuan softskill dan hardskill untuk menjadi seseorang yang kompeten. Kemampuan hardskill yang harus dimiliki mahasiswa ialah kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan teknologi . Sedangkan kemampuan softskill yang harus dimiliki seorang mahasiswa ialah kemampuan berorganisasi, berkomunikasi, bertutur bahasa.

Softskill dan hardskill yang baik dapat meningkatkan enterpreineurship seseorang, keduanya dapat dipelajari mulai dari lingkungan kampus. Di kampus pasti banyak sekali wadah untuk memumbuhkan jiwa enterpreneurship. Seperti di kampus saya terdapat komunitas kewirausahaan, komunitas ini membantu anggotanya menjadi enterpreneurship yang baik dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan menumbuhkan kreativitas mahasiswa, seperti seminar, bazar, membuat web online shop buat kalangan kampus dan lain-lain.

Selain itu terdapat program kerjasama dari kampus dengan pemerintah yang dapat diikuti mahasiswa, yaitu Program Kreatifitas Mahasiswa di bidang Kewirausahaan (PKM-K) dan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Kedua program ini membantu mahasiswa menjadi enterpreneurship dengan cara memberikan modal kepada mahasiswa yang lulus seleksi, seleksinya dengan membuat proposal rancana kewirausahaan. Dengan program ini mahasiswa dituntut kreatif, dan memanfaatkan peluang yang ada.

Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut kita dapat mengembangkan jiwa entrepreneurship yang ada dalam diri kita, Bahkan kita dapat memperoleh uang sendiri sehingga kita dapat belajar hidup mandiri dan dapat membantu meringankan beban orangtua kita. Selain itu agar ketika kita lulus tidak sulit mendapatkan pekerjaan bahkan kita dapat membuat lapangan pekerjaan untuk orang lain.

Jangan takut akan kegagalan, karena kegagalan adalah suatu nilai berharga untuk dijadikan sebuah pembelajaran dalam mengembangkan jiwa entrepreneurship. Kita harus Berusaha mewujudkan cita-cita kita setinggi mungkin, sehingga membuat orang tua kita bangga.

Totalitas Perjuangan